Welcome to Blog Safari

A theme for those who love something unique and creative, created by Template Trackers

PANTAI AIR MANIHS PADANG

Pantai air manis adalah sebuah pantai yang berada di Sumatera Barat yang memiliki pesona yang mengundang minat untuk mengunjunginya. Pantai ini memiliki pesona ombang yang bergulung gulung dan angin yang semilir. Jika air laut sedang surut, para wisatawan bisa berjalan kaki menyusuri bibir pantai yang cukup luas sembari melihat pemandangan laut yang terbentang luas di depan mata. 


Pantai Air Manis memiliki pasir yang berwarna coklat keputih-putihan yang terhampar luas dan landai di sepanjang bibir pantai. Oleh  karenanya, pantai ini sangat cocok untuk tempat piknik, bermain ombak, surfing dan camping.
Di Pantai Air Manis, juga terdapat prasasti “si  anak durhaka Malin Kundang”. Prasasti tersebut berupa batu dari puing-puing bekas kapal dan jasad si Malin Kundang. Ketika ombak menghempas batu tersebut, terdengar suara gemercik air yang membahana seperti suara ratapan dan tangisan. Para wisatawan juga bisa menyaksikan dari dekat Batu Malin Kundang yang melegenda tersebut. 



Tidak jauh dari bibir pantai, nampak sebuah pulau yang berdiri dengan anggunnya sehingga menarik untuk dikunjungi. Pulau ini dikenal dengan Pulau Pisang Kecil. Pulau ini terlihat seperti dua buah pulau yang terpisah walaupun sebenarnya tergabung menjadi satu. Jika berkunjung ke Pulau Pisang Kecil itu, wisatawan akan menjumpai banyak monyet yang berkeliaran. Meski tidak  jinak, monyet tersebut tidak mengganggu para wisatawan. 



Di sekitar Pantai Air Manis Padang tersedia beberapa penginapan yang rata-rata dikelola oleh masyarakat setempat, sehingga harga sewanya tidak bagitu mahal. Begitu juga dengan tempat makan. Di sepanjang pantai terdapat warung makan yang bisa dimanfaatkan untuk tempat bersantap ria.
Di samping itu juga tersedia beberapa fasilitas wisata, seperti tempat parkir kendaraan bermotor, jalan lingkar pantai, payung atap pantai, kerajinan hasil laut,  kamar mandi dan mushalla.

LEMBAH ANAI



Salah satu dari pesona alami yang terkenal dan menjadi maskot pariwisata di Sumatera Barat adalah Air Terjun Lembah Anai. Orang Padang biasa memanggilnya dengan Aia Tajun atau Aia Mancua Lembah Anai. Air terjun ini berketinggian sekitar 35 meter ini merupakan bagian dari aliran Sungai Batang Lurah Dalam dari Gunung Singgalang yang menuju daerah patahan Anai. Air terjun ini berada di bagian barat Cagar Alam Lembah Anai.


Ada 3 air terjun di lokasi ini, salah satunya di antaranya terletak di pinggir jalan yang sering dikenal dengan Air Terjun Lembah Anai. Sementara dua air terjun lainnya tertutup oleh lebatnya hutan, sehingga belum banyak dikenal oleh masyarakat luas. Wisatawan yang ingin menyaksikan dua air terjun tersebut dapat menempuh perjalanan sekitar 15 menit dari lokasi Air Terjun Lembah Anai.


 Tak jauh dari lokasi air terjun ini terdapat aliran sungai besar berbatu yg mengalir air yang jernih. Di atas sungai tersebut melintas jembatan rel kereta api peninggalan Belanda.



 Terletak tepat di pinggir jalan raya trans Sumatera yang menghubungkan Kota Padang dengan Bukit Tinggi, tepatnya di Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Propinsi Sumatra Barat.

Berjarak 60 km dari kota Padang. Untuk mencapai lokasi ini perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum (bus), mobil sewaan, atau mobil pribadi. Jika menggunakan angkutan umum, perjalanan dimulai dari Bandar Udara Ketaping Padang menuju Kawasan Cagar Alam Lembah Anai dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam dengan ongkos sekitar Rp 20.000-25.000 per orang (November 2008). Selain angkutan umum, kereta api wisata juga dapat menjadi alternatif perjalanan. Namun, kereta api hanya beroperasi setiap hari Minggu dengan tiket pulang-pergi Rp 25.000 untuk kelas eksekutif, dan Rp 15.000 untuk kelas ekonomi.
Jika ingin berada di dekat air terjun, harus berjalan lagi dan mendaki beberapa buah anak tangga serta melewati beberapa buah gazebo yang digunakan untuk beristirahat
Tiket dan Parkir
Tiket masuk relatif murah hanya Rp1500,00 per orang.
Fasilitas dan Akomodasi
Disekitar Lembah Anai terdapat berbagai fasilitas seperti warung yang terdapat di sepanjang jalan yang menyajikan aneka makanan dan minuman, untuk dimakan di tempat atau di bawa pulang sebagai buah tangan khas sumbar. Juga terdapat lahan parkir yang luas serta fasilitas kamar mandi sebagai tempat mengganti pakaian dan membilas badan setelah mandi di bawah guyuran air terjun. Selain itu juga tersedia areal untuk berkemah bagi yang ingin melakukan kegiatan camping.

SUMBER: Wikipedia.com
FOTO : Capuang Areal & EJK

DANAU MANINJAU

Danau Maninjau adalah sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuak Basuang, ibukota Kabupaten Agam.


Maninjau yang merupakan danau vulkanik, ini berada di ketinggian  461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Menurut legenda di Ranah Minang, keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan.


Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Sri Antok. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Sri Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau.



 Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok. Di sekitar Danau Maninjau terdapat fasilitas wisata, seperti Hotel(Maninjau Indah Hotel, Pasir Panjang Permai) serta penginapan dan restoran.

 Sumber : Wikipedia .com

GREAT WALL KOTO GADANG BUKITTINGGI SUMATERA BARAT

Jika kita mendengar kata Great Wall, pasti fikiran kita melayang jauh sampai ke negri Tirai Bambu. Sekarang tidak hanya di Tirai Bambu saja yang memiliki Great Wall tetapi di Sumbar Juga telah memiliki nya, tepatnya di Lembah Ngarai Sianok Bukittinggi

Meski tak sepanjang great wall yang ada di Cina, keindahan  Great Wall Of Koto Gadang dapat dipastikan tidak kalah dengannya. Dengan panjang 1,5 kilometer, Great Wall of Koto Gadang ini membentang dari Kabupaten Agam hingga Kota Bukittinggi. Satu lagi, tembok raksasa Koto Gadang melintasi Ngarai Sianok. Di titik itu, pengunjung dapat menikmati pemandangan lembah raksasa nan indah dan hijau.


 Nama Koto Gadang sendiri diambil dari tempat-tempat yang dilewatinya: Nagari Kota Gadang, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam, dengan Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi. Konon, Koto Gadang yang dikenal dengan negeri pengrajin perak ini banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional. Misalnya, H. Agus Salim, St. Syahrir, Rohana Kudus, dan Emil Salim.

Bila datang dari Kota Padang, Anda harus menempuh jarak sejauh 106 kilometer menuju Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, gerbang Great Wall of Koto Gadang. Dari sana, pengunjung akan menuruni jejang menuju Lembah Ngarai Sianok yang dibatasi tembok besar pada sisi kiri dan kanan. Sungguh menantang dan membutuhkan stamina kuat.

Di beberapa titik, ada pos-pos untuk beristirahat. Salah satunya terletak 500 meter dari gerbang, menjorok ke kanan. Di sana pengunjung dapat menikmati tebing tinggi, lembah hijau, dan sungai yang indah. Pastinya, udara di sana sejuk. Membuat peluh yang keluar, akibat menempuh great wall, tak lagi terasa. "Sejuk di sini," kata seorang pengunjung, Yonaldi, 42 tahun. "Meskipun harus menurun dan mendaki anak tangga yang tinggi, udaranya sejuk."


 Yonaldi menganggap Great Wall of Koto Gadang wajib dikunjungi. Selain memiliki pemandangan indah, obyek wisata ini sarat sejarah. "Emil Salim dulu melewati jalur ini menuju Bukittinggi. Begitu juga dengan Agus Salim," ujarnya.

Di great wall ini, wisatawan juga akan melewati jembatan gantung berkapasitas 10 orang. Jembatan ini berguna untuk meniti sungai yang terjal. Penuh tantangan. Kala kembali ke pintu gerbang, adrenalin pengunjung kembali diuji. Sebab Anda harus mendaki anak tangga yang kabarnya berjumlah seribu jenjang.


 Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, obyek wisata yang diresmikan Ahad, 27 Januari 2013 ini, merupakan hasil gagasan dari mantan Gubernur Sumatera Barat, sekaligus mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Azwar Anas. "Pembangunanya tidak menggunakan dana APBD dan APBN," kata Irwan. "Murni dari sumbangan swadaya masyarakat, khususnya perantau asal Koto Gadang."

 Setelah mengunjungi great wall, wisatawan dapat menikmati obyek wisata lainnya, tak jauh dari sana. Misalnya, Lubang Jepang, Benteng Fort de Kock, atau Jam Gadang di Kota Bukittinggi. Cukup dengan duduk di kursi taman, pelancong pun dapat melepas letih usai mengelilingi deretan obyek wisata itu.

SUMBER: Tempo.com

LUBUAK NYARAI


Bagi anda penggemar wisata tracking, uji nyali dan stamina, tempat wisata ini bisa menjadi salah satu referensi untuk mengisi liburan anda di Sumatera Barat (Sumbar). Terletak di Hutan Gamaran, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, lokasi wisata yang bernama Lubuk Nyarai menawarkan keindahan alam yang menawan. Selain memiliki air terjun yang indah, Lubuk Nyarai juga memiliki sungai yang membentuk kolam renang. Menariknya, terdapat jejeran tebing batu granit di sisi sungai.


Kendati demikian, lokasi wisata ini masih terbilang 'perawan' alias banyak dijamah orang. Pasalnya, Lubuk Nyarai masih jarang diketahui banyak orang. Untuk sampai di lokasi saja, butuh jarak tempuh hingga dua atau tiga jam berjalan kaki. Sensasi alam inilah yang justru menarik minat banyak pengunjung yang datang.

 Untuk mencapai lokasi wisata tersebut, terdapat beberapa warga setempat yang nantinya bertugas sebagai guide atau penunjuk jalan. Harga yang dipatok untuk jasa guide, hanya berkisar Rp20 ribu.
Perjalanan menuju lokasi wisata ini bukan hanya uji stamina, namun juga menguji nyali para pengunjung yang akan melewati hutan belantara yang bernama Hutan Gamaran ini. 


Namun jangan patah arang, rasa lelah dan capek anda akan terbayar setelah tiba di lokasi. Hamparan sungai berbentuk kolam renang yang dikelilingi batu granit raksasa menyerupai tebing dengan ketinggian delapan meter akan menyapa anda. Anda akan dibuai dengan keasrian alam dan dijamin akan berlama-lama berada di sana.

 "Kecantikan alam dan pemandangan tempat wisata ini sudah menjadi tempat wisata primadona dan perbincangan di berbagai media sosial. Saya pun tahu dari media sosial," ujar salah seorang wisatawan, Hakamri, Menurut salah seorang pemandu wisata di lokasi ini, Ikhsan, tempat ini dinamai Lubuk Nyarai karena terdapat lubuk yang menyerupai kolam renang."Dengan air yang berwarna hijau muda yang terbentuk dari air terjun kecil yang jatuh berderai mengalir melalui batu-batu granit. Makanya disebut Lubuk Nyarai," terangnya.

Dia menuturkan, lokasi ini mulai ramai dikunjungi sejak enam bulan terakhir. Apalagi jika hari libur tiba, pengunjung bisa dua kali lipat dari hari biasa. Kendati demikian, jumlah pengunjung masih sedikit karena masih banyak yang belum mengetahuinya.
Lubuk Nyarai ini seakan menjadi 'gladiresik' surga bagi para pecinta alam dan bag packer yang berkunjung ke Sumatera Barat. Selain dijadikan tempat rekreasi, lokasi ini juga cocok untuk kegiatan berkemah.




DANAU SINGKARAK

Danau singkarak adalah sebuah danau di provinsi Sumatera Barat, yang membentang di dua Kabupaten di Sumatera Barat yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Danau ini merupakan danau nomor dua terluas di Pulau Sumatera yaitu memiliki luas 107,8 km².

Danau ini merupakan Hulu dari Batang Ombilin dan sebagian lagi airnya di alirkan melalui sebuah terowongan yang menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakan Generator PLTA Singkarak di Lubuak Alung Kabupaten Padang Pariaman.

Danau Singkarak berada pada letak geografis koordinat 0, 36 derajat Lintang Selatan (LS) dan 100,3 Bujur Timur (BT) dengan ketinggian 363,5 meter diatas permukaan laut (mdpl). Luas permukaan air Danau Singkarak mencapai 11.200 hektare dengan panjang maksimum 20 kilometer dan lebar 6,5 kilometer dan kedalaman 268 meter. Danau ini memiliki daerah aliran air sepanjang 1.076 kilometer dengan curah hujan 82 hingga 252 melimeter per bulan.

Ikan Bilih atau dikenal dengan (Mystacoleucus padangensis) merupakan spesies ikan yang diperkirakan hanya hidup di danau ini, dan menjadi salah satu makanan khas. Penelitian para ahli mengungkapkan 19 spesies ikan perairan air tawar hidup di habitat Danau Singkarak, Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), dengan ketersediaan bahan makanannya yang terbatas.
Dari 19 spesies itu, tiga spesies di antaranya memiliki populasi kepadatan tinggi, yakni ikan Bilih/Biko (Mystacoleusus padangensis Blkr),

 Asang/Nilem (Osteochilus brachmoides) dan Rinuak. Spesies ikan lainnya yang hidup di Danau Singkarak adalah, Turiak/turiq (Cyclocheilichthys de Zwani), Lelan/Nillem (Osteochilis vittatus), Sasau/Barau (Hampala mocrolepidota) dan Gariang/Tor (Tor tambroides).
Kemudian, spesies ikan Kapiek (Puntius shwanefeldi) dan Balinka/Belingkah (Puntius Belinka), Baung (Macrones planiceps), Kalang (Clarias batrachus), Jabuih/Buntal (Tetradon mappa), Kalai/Gurami (Osphronemus gurami lac) dan Puyu/Betok (Anabas testudeneus).
Selanjutnya, spesies ikan Sapek/Sepat (Trichogaster trichopterus), Tilan (mastacembelus unicolor), Jumpo/Gabus (Chana striatus), Kiuang/Gabus (Chana pleurothalmus) dan Mujaie/Mujair (Tilapia pleurothalmus).
Dengan hanya ada 19 spesies ikan yang hidup di Danau Singkarak menunjukkan keanekaragaman ikan di tempat itu tidak telalu tinggi. Kondisi mesogotrofik Danau Singkarak yang menyebabkan daya dukung habitat ini untuk perkembangan dan pertumbuhan organisme air seperti plankton dan betos, sangat terbatas.Dari beberapa kali penelitian menunjukan populasi plankton dan betos di Danau Singkarak sangat rendah.Padahal komunitas plankton (fitoplankton dan zooplankton) merupakan basis dari terbentuknya suatu mata rantai makanan dan memegang peranan sangat penting dalam suatu ekosistem danau.Kondisi tersebut, menyebabkan sumber nutrisi utama ikan secara alamiah umumnya adalah berbagai jenis plankton dan bentos.

JAM GADANG

Jam Gadang adalah nama untuk menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi , Sumatera Barat Indonesia. di menara ini terdapat jam dengan ukuran besar di ke ekpat sisinya sehingga dinamakan Jam Gadang sebutan bagi orang-orang minang yang kalau di artikan ke dalam bahasa indonesia baerarti "jam besar".


Selain sebagai pusat penanda kota Bukittinggi, Jam Gadang juga telah dijadikan sebagai objek wisata oleh masyarakat  bukittinggi maupun diluar kota Bukittinggi. hal ini terlihat dengan diperluasnya taman di sekitar menara jam gadang ini. taman tersebut dijadikan tempat interaksi masyarakat baik di hari kerja maupun di hari libur. acara-acara yang sifatnya umum biasanya diselernggarakan di sekitar taman dekat menara jam gadang ini. seperti TOUR THE SINGKARAK  atau cara-acara lainnya.

Jam gadang memiliki denah dasar seluas 13x4 m. sedangkan bagian dalam dari menara tersebut setinggi 26 m ini terdiri dari beberapa tingkat. dimana tingkat paling atas dijadikan tempat penyimpan bandul, badul ini sempat mengalami kerusakan pasca gempa tahun 2007 silam. pada menara jam gadang ini terdapat 4 buah jam dengan diameter masing - masing 80 cm pada jam gadang. jam tesebut langsung di datang kan dari Rotterdam, Belanda. jam - jam ini digerakan secara mekanik menggunakan mesin yang hanya dibuat 2 unit di dunia, yaitu jam gadang itu sendiri dan Big Ben di London Inggris. mesin jam dan permukaan jam terletak pada satu tingkat dibawah tingkat paling atas. pada bagian lonceng tertera pabrik pembuat jam yaitu Vortmann Relinghausen berasal dari jerman. di produksi pada tahun 1892. jam gadang dibangun tampa menggunakan semen dan besi sebagai pennyanggah, campuran nya hannya kapur dan putih telur dan pasir putih.



Atap bangunan Jam Gadang mengalami beberapa kali perubahan, yaitu pada masa Pemerintahan Belanda, Jepang dan setelah kemerdekaan Republik Indonesia (lihat gambar dibawah).
Menara jam ini telah mengalami beberapa kali perubahan bentuk pada bagian puncaknya. Pada awalnya puncak menara jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan. Saat masuk menjajah Indonesia, pemerintahan pendudukan jepang mengubah puncak itu menjadi berbentuk klenteng. Pada masa kemerdekaan, bentuknya berubah lagi menjadi ornamen rumah adat Minangkabau.
Sirine Jam Gadang pada masa penjajahan sebagai tanda berakhirnya jam malam, saat ini fungsinya sebagai tanda sholat Jumat, dan waktu berbuka serta imsak di bulan puasa.


sumber: wikipedia

Tarusan Kamang DANAU BERMUKA DUA

Danau satu uni terbilang unik, Tarusan Kamang begitulah masyarakat di sumatera barat mengenalnya. Danau ini terletak di kaki Bukit Barisan, Kamang Mudiak, Kabupaten Agam jaraknya dari Kota Bukittinggi Sekitar 20 Kilometer. danau ini dikenal unik karena keadaan airnya yang bisa berubah penuh dan bisa berubah kering seperti tak ada pernah ada danau di tempat itu. Suatu waktu danau itu terlihat begitu luas. Namun tiba-tiba airnya menjadi surut, dan dalam sepekan bisa menjadi hamparan padang rumput nan hijau. Karena itu, warga sekitar biasa menyebutnya sebagai danau dua muka.


Kondisi ini bisa terjadi karena sungai bawah tanah. Sebagai danau karst, ketika air tanah naik, maka lorong-lorong di bawah bukit batu gamping akan menyebulkan air dan menutupi padang rumput. Tampaklah danau yang luas. Dan Danau Tarusan Kamang bisa terlihat indah. Sebaliknya, ketika air sungai bawah tanah turun, air tersedot hingga hanya tampak padang rumput.

 Tidak ada waktu pasti, kapan danau surut dan berapa lama danau kering. Terakhir, pada tahun lalu, Danau Tarusan Kamang kering selama satu tahun. Air baru muncul lagi lima bulan lalu. Saat ini kawasan itu masih menjadi danau, tempat anak-anak berenang dan warga mencari ikan.

 Kadang danau ini bisa kering dan menjadi padang rumput sampai lima bulan dan hingga dua tahun,” kata Sukri, tukang perahu dan ketua pemuda di Kamang Mudiak.”Begitu juga saat terisi kadang waktunya lima bulan hingga dua tahun juga,tak pasti waktunya. Menurut Sukri, saat air danau keluar, biasa terdengar letusan di kaki bukit. Terkadang suara terdengar dari beberapa tempat seperti suara ketel air panas, bunyi gluk-gluk suara air dan tiga hari kemudian air mengalir dari balik lubang-lubang batu kapur di kaki bukit sekitar danau dan mengubah padang rumput itu menjadi danau.
 Danau bermuka dua ini diperkirakan sudah ada sejak 70 ribu tahun lalu. Karena itu tak satupun warga yang membangun rumah di batas air yang akan berubah menjadi danau. Danau Tarusan Kamang mulai menjadi objek wisata. “Banyak danau karst di daerah lain, tetapi hanya Danau Tarusan Kamang ini yang punya hubungan langsung dengan sungai di bawah tanah sehingga muncul fenomena unik,” kata Andang Bachtiar, ahli geologi di Indonesia yang juga mantan ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia. Dia penah meneliti Danau Tarusan Kamang pada 23 Februari lalu.

Pebukitan karst di Danau Tarusan Kamang usianya jauh lebih tua dari pada karst di Jawa. Karst di Kamang diperkirakan sudah berusia 400-300 juta tahun lalu karenanya pepohonan di atasnya tumbuh subur. Selain danau Danau Tarusan Kamang, banyak gua aktif di bawah bukit karst atau batu gamping, sungai bawah tanah, dan danau bawah tanah. Namun keberadaannya hingga kini belum pernah diteliti. Untuk penyuka wisata penelusuran gua, tempat ini amat menarik karena guanya masih aktif. Selain itu belum ada pemetaan gua dan pemetaan sungai bawah tanah di Danau Tarusan Kamang.

Bila ingin berkunjung ke danau bermuka dua ini, dari Bukittinggi sewa ojek atau rental mobil agar leluasa melihat berbagai objek wisata menarik di Kamang Mudiak. Bisa juga dengan angkutan pedesaan dari terminal Aur Kuning di Bukittinggi dengan kode K 01 atau K 03.

Foto grafer by:
  • Erison J Kambari
  • Hendra Narsi
  • Ajmal Hadi

Lembah Harau di Kota Payakumbuh

Lembah harau adalah sebuah ngarai dekat Kota Payakumbuh di Kabupaten 50 kota yang terletak di Propinsi Sumatera Barat. lembah harau di apit oleh dua buah bulit cadas terjal dengan ketinggian mencapai 150 meter. Lembah Harau .dilingkungi batu pasir yang terjal berwarna-warni, dengan ketinggian 100 sampai 500 meter. Topografi Cagar Alam Harau adalah berbukit-bukit dan bergelombang. Tinggi dari permukaan laut adalah 500 sampai 850 meter, bukit tersebut antara lain adalah Bukit Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak dan Bukit Tarantang. Berjalan menuju Lembah Harau amat menyenangkan. Dengan udara yang masih segar, Anda bisa melihat keindahan alam sekitarnya. Tebing-tebing granit yang menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengelilingi lembah. Tebing-tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80 m hingga 300 m.
 Lembah Harau , kita akan menemukan banyak keindahan yang memukau sepanjang jalan . Sangatlah cocok kalau sebagian pemanjat yang telah mengunjungi tempat ini memberi julukan Yosemite nya Indonesia. Tempat ini sudah lama menarik perhatian orang. Sebuah monumen peninggalan Belanda yang terletak di kaki air terjun Sarasah Bunta merupakan bukti bahwa Lembah Harau sudah sering dikunjungi orang sejak 1926. Menyaksikan hamparan sawah yang indah, itu hal yang sudah biasa. Namun, jika hamparan sawah itu diapit oleh tebing tebing tegak lurus menjulang setinggi sekitar 150 meter hingga 200 meter, orang pasti akan berdecak kagum. Pemandangan itu bisa dilihat di Lembah Harau, Keindahan masih bertebaran di dataran tingginya. Di sana ada cagar alam dan suaka margasatwa. Lembah Harau seluas 270,5 hektare. Tempat ini ditetapkan sebagai cagar alam sejak 10 Januari 1993. Di cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau ter terdapat berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi yang dilindungi, plus sejumlah binatang langka asli Sumatera. Monyet ekor panjang (Macaca fascirulatis) merupakan hewan yang acap terlihat di kawasan ini. Kawasan Obyek wisata Lembah Harau ini terdiri dari 3 (tiga) kawasan : Resort Aka Barayu, Resort Sarasah Bunta, dan Resort Rimbo Piobang . Pada resort Aka Barayun yang memiliki keindahan air terjun yang mempunyai kolam renang, yang memberikan nuansa alam yang asri juga berpotensi untuk pengembangan olah raga panjat tebing karena memiliki bukit batu yang terjal dan juga mempunyai lokasi yang bisa memantulkan suara (echo).

 Disini juga terdapat fasiltas penginapan berupa homestay yang bisa dimanfaatkan wisatawan yang ingin menginap lengkap dengan fasilitasnya
 Resort Sarasah Bunta terletak disebelah timur Aka Barayun, memeliki 4( empat) air terjun (sarasah Aie Luluih, Sarasah Bunta, Sarasah Murai dan sarasah Aie Angek ) dengan telaga dan pemandangan yang indah seperti ; Sarasah Aie Luluih, dimana pada sarasah ini air yang mengalir melewati dinding batu dan dibawahnya mempunyai kolam tempat mandi alami yang asri. Sarasah Bunta dimana sarasah ini mempunyai air terjunnya yang berunta-unta indah seperti bidadari yang sedang mandi apabila terpancar sinar matahari siang sehingga dinamakan “Sarasah Bunta”. Sarasah Murai , pada sarasah ini sering pada siangnya burung murai mandi sambil memadu kasih sehingga masyarakat menamakan “Sarasah Murai “. Pada Sarasah Aie Angek belum banyak dikunjungi wisatawan, airnya agak panas berada arah keutara dari “Sarasah Murai”.Pada Resort Rimbo Piobang sampai akhir tahun 2009 belum berkembang karena direncanakan untuk Taman Safari.


 Sebelum mencapai lokasi air terjun ada penjual bunga. Di sini ada tanaman unik yang dinamakan dengan “Pakis Simpei” atau “Pakis Monyet” karena pohonnya mirip dengan ekor monyet.
Menurutnya, Pakis Simpai ini nama latinnya Cibotium Barometz yang populasinya terbatas, katanya hanya dijumpai di Sumatera khususnya Payakumbuh, Sumatera Barat (saya yakin sudah banyak di budidayakan di daerah lain).
Biasanya tanaman ini tumbuh di antara pohon-pohon pinus, karet atau gambir.
Pakis Simpai mempunyai ciri-ciri berbulu tebal warna kuning keemasan  yang menyelimuti bonggolnya, berbentuk kokoh. Katanya lagi, bulu-bulu ini dapat digunakan sebagai obat luka.


 BAGI KAWAN-KAWAN YANG INGIN BERKUNJUNG KE TEMPAT INI UNTUK MENUJU LOKASI SANGAT MUDAH KARENA TERLETAK DI DAERAH YANG STRATEGIS DAN MUDAH DI JANGKAU KENDARAAN ,.... SELAMAT BERKUNJUNG YA SOBAT